
FEBUPNVJ – Kamis (12/2/2026), Metro TV menyelenggarakan Sharia Economic Forum 2026 sebagai wadah diskusi strategis untuk membahas potensi sekaligus tantangan sektor ekonomi syariah di Indonesia. Kegiatan ini berkolaborasi dengan INDEF dan menghadirkan para praktisi serta narasumber ahli guna merumuskan solusi konkret dalam mempercepat pengembangan ekosistem halal nasional.
Forum ini menghadirkan sejumlah tokoh penting, antara lain Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, serta Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu.
Dalam diskusi tersebut, para narasumber memaparkan kondisi terkini ekonomi syariah nasional serta peluang besar Indonesia untuk meningkatkan daya saing di tingkat global. Anggito Abimanyu menegaskan bahwa peran pemerintah menjadi faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan industri syariah. Ia mencontohkan kebijakan penggabungan tiga bank syariah milik Himbara menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), yang dinilai berhasil memperkuat posisi perbankan syariah nasional hingga masuk jajaran bank besar di Indonesia.
Menurutnya, pengembangan ekonomi syariah tidak semata berfokus pada aspek halal dan haram, tetapi juga harus memperkuat tata kelola serta memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya membangun ekosistem yang inklusif dan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa pemerintah terus mengakselerasi pengembangan industri halal nasional agar Indonesia mampu bersaing dalam perdagangan global. Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai prospek ekonomi syariah Indonesia sangat besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga diperlukan peningkatan kapasitas produksi dan penguatan daya saing pelaku usaha berbasis syariah.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ), yang turut berpartisipasi aktif dalam forum tersebut.
Ketua Program Studi Ekonomi Syariah UPNVJ, Fadhli Suko Wiryanto., S.Pd., M.Si., CDIF, menyampaikan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam forum nasional ini merupakan bagian dari penguatan pembelajaran berbasis praktik dan jejaring profesional.
“Kami mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga menyaksikan langsung dinamika kebijakan dan praktik industri. Forum seperti ini memberikan pengalaman kontekstual yang sangat berharga dalam membentuk kompetensi, daya kritis, serta perspektif global mahasiswa ekonomi syariah,” ujar Fadhli.

Salah satu mahasiswa Ekonomi Syariah UPNVJ yang hadir juga menyampaikan kesannya terhadap kegiatan tersebut.
“Melalui forum ini, kami mendapatkan wawasan langsung dari para pengambil kebijakan dan praktisi. Diskusi yang disampaikan membuka pemahaman kami bahwa pengembangan ekonomi syariah membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan kesiapan sumber daya manusia yang kompeten,” ungkapnya.
Partisipasi mahasiswa dalam forum ini tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga memperluas jejaring profesional serta meningkatkan kesiapan mereka menghadapi tantangan industri halal dan ekonomi syariah di masa depan.
Melalui Sharia Economic Forum 2026, Metro TV berharap forum ini menjadi momentum strategis dalam mempercepat transformasi dan penguatan ekosistem ekonomi syariah Indonesia menuju daya saing global, sekaligus mendorong kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan generasi muda.
