

FEBUPNVJ – Himpunan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan (HIMAEP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) sukses menyelenggarakan Masa Bimbingan (MABIM) 2025 pada 27–28 Agustus 2025 di Auditorium Bhinneka Tunggal Ika. Kegiatan yang mengusung tema “New Wave of Economic, Lead The Change” ini dirancang sebagai wadah pengenalan program studi sekaligus pengembangan karakter bagi mahasiswa baru S1 Ekonomi Pembangunan.
Hari Pertama: Motivasi dan Inspirasi
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Project Officer, Ketua dan Wakil Ketua HIMAEP, Jovanis Hansel dan Laura Najwa, serta Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FEB, Praptiningsih, SE., MM. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya ketepatan waktu kelulusan serta semangat kebersamaan dalam menjalani perkuliahan.
Sesi berlanjut dengan talkshow alumni bersama Aditya Dwi Ananta, yang berbagi pengalaman berorganisasi selama kuliah. Ia menekankan pentingnya mengasah keterampilan di luar kelas. “Jangan takut mencoba banyak hal, karena kegagalan adalah awal dari kesuksesan,” pesannya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi oleh Ketua Angkatan 22, 23, dan 24, yang menjelaskan peran penting koordinasi dan komunikasi dalam membangun solidaritas mahasiswa.
Materi berikutnya disampaikan oleh Achmad Nur Hidayat, M.P.P. dengan topik “Menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.” Ia menyoroti peluang bonus demografi yang dimiliki Indonesia dan pentingnya peran generasi muda dalam mewujudkan Indonesia Emas.
Hari pertama ditutup dengan penjelasan Kepala Prodi Ekonomi Pembangunan, Dr. Indri Arrafi Juliannisa, SE., ME., mengenai kurikulum, lingkungan prodi, serta peluang pengembangan diri melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).
Hari Kedua: Mahasiswa Berprestasi & Kreativitas Seni
Hari kedua menampilkan talkshow inspiratif dari mahasiswa berprestasi. Helen Margaretha, penerima Beasiswa Bank Indonesia, berbagi tips lolos seleksi beasiswa. Sementara itu, Maritza Abbas, anggota Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM), membagikan strategi manajemen waktu agar mampu menyeimbangkan organisasi dan akademik. “Lebih baik menyesal karena gagal, daripada menyesal karena tidak mencoba,” ujarnya memotivasi peserta.
Suasana semakin meriah dengan pentas drama bertema isu-isu ekonomi, yang menampilkan kreativitas mahasiswa baru dalam dua sesi pertunjukan. Acara kemudian ditutup dengan penampilan musik dari BeBand.
Melalui MABIM 2025, mahasiswa baru diharapkan semakin mengenal program studi Ekonomi Pembangunan sekaligus termotivasi untuk mengembangkan diri, baik secara akademik maupun non-akademik. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong mahasiswa untuk menghargai keberagaman budaya Indonesia serta memperkuat jati diri mereka sebagai generasi penerus bangsa yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045.