Fakultas Ekonomi dan Bisnis

FEBUPNVJ – Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN “Veteram” Jakarta kembali melanjutkan kegiatan The 2nd Jakarta Economic Sustainibility International Conference Agenda (JESICA). Kegiatan yang diadakan di Auditorium Bhinneka Tunggal Ika, UPN “Veteran” Jakarta ini telah memasuki hari kedua. Pada hari kedua ini, kegiatan yang berlangsung pada hari Jumat (2/12/2022) ini diselenggarakan secara hybrid. JESICA Day 2 turut mengundang empat professor sebagai narasumber yang akan mengisi kegiatan kali ini. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini dipandu oleh Ibu Dipl. Kffr. Freesca Safitri, SE, MM selaku Moderator pada kegiatan JESICA Day 2.

Narasumber pertama pada kesempatan kali ini adalah Prof. Oscar Ugarteche. Professor yang berasal dari Instituto de Investigaciones Económicas UNAM, Mexico ini membahas mengenai Spheres of Influence and Competition Between Great Powers: The Importance of Non – Alignment.Between 1980 and 2020 the global economy has undergone a shift from being pulled by the demand of the G7 groups of countries, to being led by the Asian nations, mainly China.” Ucap Prof. Oscar Ugarteche selaku narasumber. Beliau juga menambahkan bahwa U.S. national security policy appears to be oriented around the idea of competition—often paired with such modifiers as strategic or great power—with at least two primary competitors, China and Russia.

Narasumber kedua pada kegiatan kali ini adalah Dr. Khalil Manaf Hegarty. Pada kesempatan kali ini, Dr. Khalil memaparkan materi mengenai Indonesia-EU Relations, Trade and Palm Oil. Menurut Dr. Khalil, “Indonesia can afford to be patient, the EU can’t. EU is stepping up its diplomatic activities in Indonesia”. Narasumber selanjutnya adalah Prof. Tulus Tambunan. Professor yang berasal dari Universitas Trisakti, Indonesia ini membahas mengenai G20 and International Economic Sustainability. Menurut Prof. Tulus, Global economic recovery has slowed and is facing major setbacks as a result of the climate, biodiversity, and pollution crisis, the COVID-19 pandemic, Russia’s war against Ukraine. “Protect macroeconomic and financial stability and remain committed to using all available tools to mitigate downside risks, noting the steps taken since the Global Financial Crisis to strengthen financial resilience and promote sustainable finance and capital flows” Ucap Prof. Tulus Tambunan selaku narasumber pada kegiatan JESICA hari kedua.

Narasumber keempat sekaligus menjadi narasumber penutup pada kesempatan kali ini adalah Prof. Lyazzat Sembiyeva. Professor yang berasal dari Department of Finance, L.N Gumilyov Eurasian National University ini memaparkan materi mengenai Development of the Financial Technology Market as a Driver of Economic Growth in Kazakhstan. Menurut Prof. Lyazzat, Financial technology or Fintech An industry made up of companies that use technology and innovation to compete with traditional financial institutions such as banks and financial services intermediaries. Beliau juga menambahkan bahwa The financial technology market is currently one of the fastest growing in the world.

Share :