Fakultas Ekonomi dan Bisnis

FEBUPNVJ – Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UPN “Veteran” Jakarta menyelenggarakan kegiatan The 2nd Jakarta Economic Sustainibility International Conference Agenda (JESICA). Kegiatan yang dilaksanakan sejak pukul 08.00 WIB sampai dengan 17.00 WIB ini digelar di Auditorium Bhinneka Tunggal Ika Gedung Jenderal Soedirman, UPN “Veteran” Jakarta. Pada kegiatan kali ini, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UPN “Veteran” Jakarta turut mengundang empat professor sebagai narasumber pada kegiatan yang dilaksanakan pada hari Kamis (1/1/2022). Kegiatan ini diawali dengan agenda soft opening pada pukul 08.00 WIB. Kemudian, Opening dilakukan pada pukul 13.00 WIB dan dibuka oleh sambutan Ibu Dianwicaksih Arieftiara SE.Ak., M.Ak, CA., CSRS. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UPN “Veteran” Jakarta.

Ibu Dianwicaksih Arieftiara selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menyebutkan bahwa beliu berharap acara ini dapat menjadi salah satu kesempatan bagi para peserta dan mahasiswa FEB untuk menambah pengetahuan dalam ilmu ekonomi. Beliau juga menambahkan bahwa kita harus tetap update mengenai inflasi yang sedang melanda dunia. Karena secara tidak langsung, kenaikan harga di seluruh dunia ini juga akan berdampak kepada kita. Agenda selanjutnya pada kegiatan JESICA hari pertama adalah presentasi dari para narasumber.

Narasumber yang pertama mempresentasikan materinya pada kegiatan JESICA hari pertama ini adalah Prof. A. Prasetyantoko. Pada kesempatan kali ini, Prof. A. Prasentyantoko membahas mengenai Business Cycle and Policy Respond Global Stagflation and the Indonesia’s Policies. Mengutip dari David Malpass selaku President of the World Bank, beliau menyebutkan bahwa “Even if a global recession is averted, the pain of stagflation could persist for several years, unless major supply increased are achieved”. Beliau menambahkan bahwa implikasi jangka pendek yang dihasilkan dari inflasiini adalah Tension from food prices and energy prices.

Narasumber kedua pada kesempatan kali ini adalah Prof. Jomo, KS. Materi yang akan beliau sampaikan pada kesempatan ini adalah Pengkhianatan Besar Keuangan Iklim Barat. “Negara yang terdampak paling parah dalam pemanasan global adalah negara-negara berkembang yang memiliki iklim tropis.” Ucap Prof. Jomo, KS. selaku narasumber. Selanjutnya, narasumber ketiga yang berkesempatan memberikan presentasi pada kegiatan JESICA hari pertama ini adalah Prof. Susan Schroeder. Beliau menyampaikan presentasi mengenai Development Central Banking Revisited.Monetary Policy is oriented to addres demand-side shocks, where prices and output move in the same direction. Narasumber terakhir pada kegiatan JESICA hari pertama adalah Prof. Jean Bernard Chatelain. Beliau menyampaikan materi mengenai Persistance-Dependent Optimal Policy Rules.

Share :