Fakultas Ekonomi dan Bisnis

FEBUPNVJ – Anak merupakan generasi penerus bangsa yang diharapkan unggul, namun dalam perkembangan anak tidak dapat tumbuh dengan sendirinya, mereka memerlukan lingkungan subur yang sengaja diciptakan untuk memungkinkan potensi mereka tumbuh dengan baik. Orang tua memegang peranan penting menciptakan lingkungan tersebut guna memotivasi anak agar dapat  lebih siap dalam menghadapi berbagai tantangan di era globalisasi, hal ini semua dapat dimulai sejak dini suasana yang penuh kasih sayang, mau menerima anak apa adanya, menghargai potensi anak, memberi rangsangan-rangsangan dalam segala aspek perkembangan anak, baik secara kognitif, afektif maupun psikomotorik semua itu merupakan jawaban nyata bagi tumbuhnya generasi unggul di masa depan.

Namun sebagai aset berharga, tidak semua anak memperoleh haknya untuk dapat tumbuh dan berkembang sebagaimana layaknya anak pada umumnya. Hal ini salah satunya dialami oleh anak jalanan yang karena satu dan lain hal haknya sebagai anak tidak dapat terpenuhi dengan baik. Baik hak untuk memperoleh pengakuan  (recognition)  maupun hak  sebagai  manusia  yang memiliki harga  diri  dan  martabat  sebagai  manusia  (human  dignity)  mereka pun  terabaikan. Anak jalanan digambarkan sebagai kelompok masyarakat dengan tingkat stratifikasi sosial rendah atau merupakan golongan bawah ”grassroots”  dengan  status  sosial  serta  posisi  kekuasaan  atau  wewenang  yang  tidak jelas.  Keberadaan anak-anak jalanan memunculkan berbagai permasalahan. Permasalahan yang dihadapi anak jalanan diantaranya  yakni  kurangnya  pemenuhan kebutuhan dasar seperti pendidikan, perlindungan, kasih sayang, kesehatan, makanan, minuman dan pakaian.

Di Indonesia, Hari Anak Nasional diperingati setiap 23 Juli sesuai dengan keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984 tanggal 19 Juli 1984. Salah satu hak anak yang tercantum dalam Konvensi Hak-hak anak PBB tahun 1989 pasal B adalah menghormati hak anak untuk memelihara jati dirinya, termasuk kebangsaan. Sebagai salah satu negara penandatangan konvensi, Indonesia harus memenuhi hal ini. Anak-anak Indonesia harus diakui statusnya sebagai warga Negara Indonesia yang memiliki hak akan identitas, berpartisipasi, dan berperan dalam pembangunan.

Pada hari sabtu tanggal 23 Juli 2022 telah dilaksanakan kegiatan HAN Celebration : Adibrata Mengajar yang diselenggarakan oleh Departemen Sosial Rohani HIMA Ekonomi Syariah Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Acara ini dilaksanakan secara langsung yang berlokasi di RPTRA ASOKA, Jati Padang Raya, Pasar Minggu. Acara ini dihadiri oleh seluruh panitia acara, ketua HIMA Ekonomi Syariah, sponsor acara, dan peserta.

HAN Celebration pada tahun ini bertemakan “Menciptakan Anak Bangsa Yang Unggul dan Kreatif”. HAN Celebration adalah salah satu program kerja Departemen Sosial Rohani sekaligus konsep dari Adibrata Mengajar yang menghadirkan peserta dari anak-anak jenjang PAUD, TK, dan SD dibawah naungan Yayasan Gemilang Indonesia. Acara ini bertujuan untuk melatih kreativitas dan memberikan pemahaman kepada anak-anak untuk mencapai cita-citanya di masa depan serta menjadi orang yang bermanfaat di masyarakat.

Setelah anak-anak dikumpul dan ditertibkan, acara dibuka oleh MC pada 08:30 WIB dengan yel-yel untuk membangkitkan semangat anak-anak. Lalu pembacaan doa oleh Abdurrahim Salim pada 08:40 agar acara berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala. Setelah pembacaan doa selesai, sambutan oleh ketua pelaksana yaitu Adam Syarif pada 08:45 WIB. Dilanjutkan dengan sambutan pengurus Yayasan Gemilang Indonesia yaitu Kak Hamidah pada 08:50 WIB  yang berterima kasih kepada panitia acara dan  berharap rangkaian acara yang disusun semoga berjalan lancar serta menyampaikan sedikit isu terkait Indonesia yang tidak lagi aman bagi anak-anak hingga pukul 08:55 WIB. Selanjutnya sambutan dari Ketua HIMA Ekonomi Syariah tahun 2022 yaitu Amatya Febi Fara Dila pada 09:00 WIB yang melakukan interaksi aktif dengan anak-anak yang menanyakan cita-cita mereka ketika besar nanti hingga pukul 09:10 WIB. Lalu sambutan pihak sponsor yaitu PAXEL pada 09:15 WIB dan penyerahan sertifikat. Pada pukul 09:20 WIB kegiatan sosialisasi dilaksanakan dengan membagi 4 kelompok sesuai warna yang ada di masing-masing name tag. Kelompok ungu dan hijau sebagai profesi pelukis yaitu kegiatan mewarnai yang dilakukan di teras RPTRA ASOKA  dan kelompok biru dan merah sebagai profesi polisi melakukan  baris-berbaris di lapangan RPTRA ASOKA. Pukul 09.50 WIB kedua kegiatan tersebut diberhentikan dan ditukar, kelompok ungu dan hijau sebagai profesi polisi dan kelompok biru dan merah sebagai profesi pelukis hingga pukul 10:20 WIB. Acara selanjutnya yaitu menanam kacang hijau pukul 10:30 WIB diawali dengan memberikan pengetahuan singkat dan memperlihatkan kacang hijau yang sudah mulai tumbuh milik panitia. Anak-anak diarahkan dari mulai menaruh kapas di gelas, mengambil beberapa biji kacang hijau, dan menyiramnya. Lalu dilanjut games pukul 11:00 WIB, MC membacakan soal dan peserta menunjuk tangan jika ingin menjawab serta pembagian hadiah kepada peserta yang benar menjawab pertanyaan hingga pukul 12:30 WIB. Selanjutnya pembagian dana kepada Yayasan Gemilang Indonesia berupa alat tulis sekolah dan penyerahan plakat dan dokumentasi hingga 12:40 WIB. Pembagian goody bag dan konsumsi untuk anak-anak sekaligus penutupan oleh MC pukul 12:45. Sesi dokumentasi bersama pukul 12:50 WIB sebagai penutup rangkaian acara HAN Celebration dengan tema “Menciptakan Anak Bangsa Yang Unggul dan Kreatif” yang diselenggarakan pada hari ini berjalan dengan lancar.

Share :