Fakultas Ekonomi dan Bisnis

FEBUPNVJ – Sabtu (2/7/2022) telah dilaksanakan kegiatan Workshop Economic Race Preparation (EcoRP) dengan mengusung tema “Prepare Your Skill to be Competitive in Competing in The Era of Society 5.0” yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN Veteran Jakarta. Workshop EcoRP 2022 dilakukan secara daring melalui platform Zoom Clouds Meeting, berlangsung selama 180 menit, mulai pukul 08.30 WIB – 11.30 WIB dengan jumlah partisipan sebanyak 157 orang, yang terdiri dari pihak internal Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Diharapkan acara ini dapat membangun dan meningkatkan pemahaman mengenai KTI, esai, dan debat khususnya peserta yaitu KEMA FEB dan memberikan wadah untuk mempersiapkan KEMA FEB dalam mengikuti perlombaan sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Pembicara materi dalam acara ini adalah Ratu Ghifa Nazila Ramdiania, Co-Founder @juaralkti. Ratu Ghifa Nazila Ramdiania, selaku pembicara KTI memaparkan materi dengan sangat baik dan bermanfaat. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan mengenai sistematika karya tulis ilmiah, dan tips babak final LKTI. Berikutnya,  Ratu Ghifa Nazila Ramdiania memberikan suatu pengetahuan mengenai “Kenapa ikut lomba karya ilmiah itu penting?” dan memberitahu bahwa tujuan ikut lomba karya tulis yaitu terbagi menjadi jangka pendek yaitu untuk membantu pembuatan skripsi dan jangka panjang untuk mempermudah mendaftar pekerjaan. Lalu, beliau juga mengatakan bahwa karya tulis terbagi menjadi 2 jenis yaitu innovation paper dan research paper. Contoh innovation paper tersebut adalah membuat gagasan sarung tangan untuk mendeteksi uang palsu. Selanjutnya, beliau memberikan suatu ilmu mengenai langkah mengikuti lomba LKTI.

Begitupun dengan pembicara esai Ananta Ardyansyah seorang Event Organizer @belajar.lomba memberikan suatu pemahaman yang baik dan bermanfaat. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan tentang bagian utama esai, tips and trick dalam presentasi lomba esai, jenis-jenis KTI secara umum, isi umum dari Karya Tulis, karakteristik ide esai. Berikutnya, Ananta Ardyansyah memberikan suatu pengetahuan mengenai “ Bagaimana langkah simple untuk memulai menulis esai?” dan memberitahu bahwa langkah simple dalam memulai menulis esai yaitu niat dan tekad, membuat framework esai, menentukan judul, menulis pendahuluan, menulis isi, menulis penutup dan melakukan uji. Begitupun dengan Raden Haikal Dhikananda seorang Manager of Wira Nugraha a.k.a “@rightkidney” on Instagram selaku pembicara Debat KDMI memberikan suatu pemahaman yang baik dan bermanfaat. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan tentang apa itu debat, apa itu debat KDMI, asian parliamentary format. Selanjutnya di akhir materi moderator menyimpulkan setiap materi yang disampaikan oleh narasumber.

Pada sesi tanya jawab, partisipan terlihat aktif memberikan pertanyaan mengenai KTI, Esai, dan Debat sesuai sesi breakout room. Salah satu pertanyaan terbaik pada sesi KTI diberikan oleh Arvia Dwi Putri mengenai cara menentukan topik yang sesuai dengan bidang atau jurusan anggota tim lomba KTI. Pertanyaan yang ia berikan yaitu setelah menentukan tim KTI, bagaimana cara menentukan topik yang sesuai dengan bidang atau jurusan anggota tim lomba KTI. Ratu Ghifa Nazila Ramdiania kemudian menjawab bahwa melakukan bimbingan topik KTI dengan kakak tingkat dan dosen pembimbing yang paham mengenai KTI yang akan dibuat.

Sedangkan pada sesi esai, pertanyaan terbaik diberikan oleh Hasya Difa Auliarahman terkait penulisan kata pada lomba esai. Pertanyaan yang ia berikan yaitu apakah dalam isi dalam esai harus menggunakan kata baku semua atau boleh menggunakan istilah kekinian tetapi masih sesuai dengan topik esai. Ananta Ardyansyah kemudian menjawab biasanya esai lebih fleksibel, bisa menggunakan kata bahasa lain atau bahasa kekinian. Namun dengan syarat kata tersebut harus di italic. Sedangkan pada sesi debat, pertanyaan terbaik diberikan oleh Zahra Azizah terkait bagaimana cara memahami poin pembahasan lawan bicara debat. Pertanyaan yang ia berikan yaitu bagaimana cara memahami poin yang disampaikan oleh lawan bicara debat sehingga kita dapat menyangga argumen lawan bicara debat. Raden Haikal Dhikananda kemudian menjawab hal tersebut merupakan hal yang umum yaitu menyampaikan argumen balasan yang belum sesuai dengan poin argumen lawan debat. Solusinya yaitu dengan memperbanyak jam terbaik, berkompetisi dengan memperhatikan pemikiran-pemikiran ketika di pengalaman dan di perhatikan untuk kegiatan perlombaan selanjutnya apakah memperbanyak berpikir kritis untuk membalas argumen lawan. Penanya terbaik  tersebut diberikan reward oleh panitia berupa uang dengan nominal Rp20.000,00- yang ditransfer melalui aplikasi Gopay dan shopee pay. Kegiatan Workshop Economic Race Preparation  ini berjalan dengan lancar, antusias peserta terlihat dalam keaktifan mereka melakukan tanya jawab dengan narasumber. Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada narasumber dan moderator.  

Share :