Fakultas Ekonomi dan Bisnis

FEBUPNVJ – Sabtu, 23 April 2022 telah dilaksanakan KERAN (KAJIAN MENGISI RAMADHAN 2022 dengan tema “SIRUP MARJAN : Rahasia Dan Upaya Menghadapi Malam Lailatul Qadr Menjadi Lebih Nikmat” yang diselenggarakan oleh LDF Rohis FEB Al-Jihad, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta. Kajian Mengisi Ramadhan 2022 ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan berlangsung selama 150 Menit, mulai dari pukul 12.30 WIB – 15.00 WIB dengan jumlah partisipan sebanyak 70 orang yang terdiri dari Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta, Mahasiswa dari Universitas lain, dan Masyarakat umum. Pengisi materi dalam acara Kajian Mengisi Ramadhan 2022 adalah Robby Arribath yang merupakan seorang Trainer “Yuk Ngaji Jogja” dan juga Trainer dakwah teman hijrah.

Acara Kajian Mengisi Ramadhan 2022 ini dibuka dan dipandu oleh Hafizh fadhlilah Atmaja selaku MC dan dibantu oleh Akmal Rofi Fauzan selaku moderator. Robby Arribath selaku pemateri memaparkan materi dengan sangat baik dan menarik. Dalam pemaparannya beliau menjelaskan bahwa terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu malam Lailatul Qadar. Pada malam Lailatul Qadar ini banyak sekali hal yang bisa dilakukan oleh hamba Allah agar mendapatkan keberkahan dan kenikmatan dari malam Lailatul Qadar. Penjelasan mengenai

malam Lailatul Qadar ini disampaikan oleh Bang Robby Arribath bahwa terdapat di Al-Quran Surah Ad-dukhon dan Surah Al-Qadr. Malam Lailatul Qadar ini sendiri memiliki beberapa ciri, diantaranya adalah sinar pagi yang begitu cerah, langit yang terlihat hangat, udara yang begitu sejuk, malam yang benar-benar nikmat dijalankan, ketenangan di malam hari, dan lain-lain. Adapun ciri jika seseorang mendapatkan malam Lailatul Qadar, diantaranya itu adalah terdapat ketenangan di dalam hatinya serta dimudahkan dan diberi keberkahan dalam hidupnya. Malam Lailatul Qadar ini sendiri bisa diamalkan oleh hamba allah dengan melakukan berbagai kegiatan positif di malam hari, dari waktu setelah isya sampai sebelum waktu fajar. Hal-hal yang dapat dilakukan diantaranya adalah membaca Al-Quran, melakukan sholat sunnah, memperbanyak dzikir, berdiam diri di masjid, dan lain-lain.

Pada saat sesi tanya jawab, partisipan terlihat sangat aktif dalam melontarkan pertanyaan seputar malam Lailatul Qadar. Salah satu peserta bertanya langsung melalui zoom meeting, pertanyaannya ini adalah, apakah untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar itu harus berdiam diri di masjid dan melakukan hal-hal semuanya di dalam masjid sampai semalam suntuk? Kemudian Bang Robby Arribath menjawab bahwa untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar itu memang seharusnya kita melakukan pembacaan Al-Quran, sholat sunnah, dan lain-lain di dalam masjid, tetapi ada beberapa momen yang mungkin bagi sebagian orang itu tidak bisa berangkat ke masjid saat malam hari, sehingga diperbolehkan apabila melakukan berbagai kegiatan positif tersebut dirumah jika tidak memungkinkan dilakukan di masjid. Namun pada hakikatnya untuk kaum laki- laki diwajibkan melakukannya di dalam masjid, sedangkan kaum perempuan disunnahkannya melakukan di rumah saja, apabila sedang haid pun perempuan boleh melakukan dzikir dan lain- lain di dalam rumah saja. Terkait dengan berdiam diri semalam suntuk, Bang Robby Arribath menjelaskan bahwa kita tidak harus sampai semalam suntuk melakukannya, tetapi boleh pada saat malam hari setelah isya saja, ataupun saat sebelum sahur saja, sebagai contohnya adalah sholat tarawih.

Share :