Fakultas Ekonomi dan Bisnis

FEBUPNVJ – Study Club Tax Center sesi 3 kali ini membahas materi Pajak Penghasilan Pasal 21 untuk Wajib Pajak Orang Pribadi. Acara yang diselenggarakan oleh Kelompok Studi Mahasiswa Tax Center ini dilakukan secara online melalui virtual zoom meeting pada hari sabtu (16/4/2022). Acara ini dihadiri oleh Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Mahasiswa Relawan Pajak, Pengurus Tax Center Mahasiswa Relawan Pajak FEB 2022, Mahasiswa UPN Veteran Jakarta.

Study Club Tax Center ini diselenggarakan untuk membantu mempersiapkan para mahasiswa dalam mata kuliah perpajakan, serta memberikan pemahaman dan pengetahuan baru kepada mahasiswa di luar Fakultas Ekonomi dan Bisnis mengenai pajak itu sendiri. 

Pertemuan Ketiga Study Club Tax Center ini dilaksanakan secara online menggunakan media Zoom Cloud Meeting FEB UPN Veteran Jakarta pada hari Sabtu, 16 April 2022. Membahas mengenai topik Pajak Penghasilan terkait Pasal 21 untuk Wajib Pajak Orang Pribadi (WPOP). Study Club Tax Center ini bertujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan umum untuk mahasiswa UPN Veteran Jakarta baik yang belum mendapatkan mata kuliah perpajakan, maupun yang sudah mendapatkan mata kuliah perpajakan tersebut.

Acara dimulai dengan pembukaan dan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya serta Mars Bela Negara, setelah itu dilanjutkan dengan sesi pre-test yang bisa diakses dengan quiziz, kemudian masuk ke dalam sesi penyampaian materi oleh Ibu Dr. Ni Putu Eka Widiastuti, S.E., M.Si., CSRS, selaku Dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Pada Pertemuan Ketiga ini, Ibu Ni Putu Eka membahas Pajak Penghasilan terkait Pasal 21 untuk Wajib Pajak Orang Pribadi (WPOP), dimana di dalamnya terdapat 4 poin agenda yang disampaikan.

Poin pertama adalah mengenal PPh 21, dimulai dari definisi PPh pasal 21 sendiri, lalu subjek beserta objek pajak dari PPh pasal 21, dijelaskan juga sedikit perbedaan andara Pajak Penghasilan Pasal 21 dengan Pajak Penghasilan Final Pasal 4 ayat 2.

Lalu poin kedua yaitu mengetahui perubahan PPh 21 pada tahun 2022, dimana terdapat perbedaan dalam perhitungan tarif PPh dimana pada tahun 2022 setelah dengan adanya UU HPP, tarif pajak PPh pasal 21 yang semula hanya terdiri dari 4 tarif dengan jumlah penghasilan setahunnya adalah maksimal Rp500.000.000 berubah menjadi 5 tarif dengan penghasilan setahunnya maksimal 5.000.000.000.  Untuk Poin ketiga dibahas mengenai cara perhitungannya dan ketentuan dalam pembayarannya seperti dibahas tarif pengurangan PTKP dan kebijakan pengenanaan Pajak Penghasilan Pasal 21 ini, dimana PPh 21 ditanggung oleh pegawai, perusahaan dan ditunjang juga oleh perusahaan.

Untuk point terakhir, diberikan ilustrasi beserta penjelasan mengenai cara perhitungan PPh pasal 21 yang harus dibayarkan oleh Wajib Pajak Orang Pribadi maupun yang ditanggung oleh perusahaan. Setelah selesai dalam sesi pemaparan materi, acara berlanjut ke sesi posttest yang juga dapat diakses dengan quiziz, setelah sesi posttest dilanjutkan sesi dokumentansi dimana pemateri, peserta dan panitia berfoto bersama. Setelah selesainya sesi dokumentasi, maka terdapat penutupan acara yang menandakan selesainya rangkaian acara pada pertemuan ketiga Study Club Tax Center ini. 

Share :