Fakultas Ekonomi dan Bisnis

(25/11/2021) Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN Veteran Jakarta berkolaborasi dengan AFSI menyelenggarakan kegiatan AFSI Goes to Campus yang salah satu kegiatannya adalah webinar dengan tema “Mengenal Ragam Fintech Syariah di Indonesia” pada Kamis, 25 November 2021. Webinar kali ini bertujuan untuk memperkenalkan sistem finasial teknologi syariah yang ada di Indonesia. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis yaitu Ibu Dr. Dianwicaksih Arieftiara, SE.,Ak.,M.Ak, CA, CSRS menjadi Keynote Speaker pada webinar kali ini, beliau  menyampaikan harapan output yang didapatkan dari acara ini serta menyambut para narasumber dan sekaligus membuka AFSI Goes To Campus ini. “ Pendanaan baru dari fintech baru mengisi 7% gap kredit tahun ini. Hal ini menjadi menjadi tantangan bagi industri fintech lending dalam negeri untuk terus meningkatkan peranan “ .

Kemudian acara dilanjut dengan narasumber pertama yaitu Romadhoni Chandra Utama (CEO dan Founder Oneshaf) menyampaikan bahwa hal pertama yang perlu dipahami oleh umat Islam adalah riba perlu ditinggalkan. Lalu dilanjutkan pembahasan tentang apa saja kriteria dari sebuah inovasi keuangan digital. Pada intinya, innovasi dapat dilakukan seluas apapun selama mempertimbangkan aspek syariah, jangan sampai innovasi yang dibuat sekedar berorientasi pada dunia, namun kita juga perlu menjadikan ridha Allah sebagai tujuan. Peran yang ada dalam lingkup Fintech syariah adalah nasabah, debitur, agregator, LIX, dan Funding Agent.

Selanjutnya narasumber kedua yaitu Wirda Mansur (Direktur Innovasi dan Pengembangan) menjelaskan tentang innovasi dan perkembangan dari perusahaan paytren yang merupakan salah satu Fintech Syariah yang berdiri sejak 2013. Paytren sudah memiliki 3 izin yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia, dan juga sudah bersertifikasi dari DSN MUI. Basis operasional dari paytren dijalankan dengan sistem kebersamaan. Paytren juga bekerjasama dengan beberapa instansi seperti PPPA DAQU, Baznas, Rumah Zakat, BWI, Dompet Dhuafa, dll. pada dasarnya, paytren adalah e-money namun memiliki fasilitas lain seperti pembelian pulsa, pembayaran zakat, kegiatan sedekah, dan juga transaksi lainnya. Paytren dapat digunakan diperangkat digital dan dapat didownload melalui Google Play dan juga App Store.

Narasumber ketiga adalah Putri Madarina (Bendahara Umum Fintech Syariah Indonesia) Model bisnis dalam Sharia Crowdfunding diindonesia cukup beragam. Sharia Crowdfunding adalah kegiatan pengumpulan dana untuk membiayai suatu proyek bisnis yang berlandaskan syariah. Angka transaksi fintech syariah diproyeksi mencapai 128 US Dollar dengan CAGR 21%. Fintech syariah diindonesia masih berada ditahap Growing Stage, maka kontribusi terhadap pangsa fintech global terbilang cukup minim. Saat ini jumlah fintech syariah yang terdaftar di asosiasi dan OJK berjumlah 35 penyelenggara( 15 Inovasi Keuangan Digital, 10 P2P, 3 Digital Payment, 1 Securities Crowd Funding). Basis dari crowdfunding adalah peer to peer landing dengan landasan regulasi POJK 77 dan juga Securities Crowdfunding dengan landasan regulasi POJK 57.  Acara ditutup dengan diskusi dan kuis dengan hadiah yang cukup menarik.

Share :