Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Minggu (24/10/2021) telah dilaksanakan workshop Bina UMKM x Buku Kas dengan mengusung tema “Tips Mengelola Keuangan Digital UMKM dengan Aplikasi Buku Kas” yang diselenggarakan oleh KSM Enterprise Development Center, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Workshop Bina UMKM x Buku Kas dilakukan secara daring melalui ruang virtual Zoom Meeting, berlangsung selama 150 menit, mulai pukul 13.00 WIB – 15.30 WIB dengan jumlah partisipan sebanyak 150 orang, yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Pengisi materi/narasumber dalam acara ini adalah Donna Herliana Sari, Social Media Specialist di Buku Kas sekaligus pemilik usaha DagangDaging.

Workshop Bina UMKM x Buku Kas dibuka dan dipandu oleh Master of Ceremony Kukuh Giri Laksono mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi Bisnis UPN Veteran Jakarta tepat pukul 13.00 setelah dipastikan olehnya kehadiran peserta di dalam ruang virtual zoom meeting. Dilanjutkan pada pukul 13.05 WIB peserta diarahkan untuk membaca doa bersama dan pembacaan tata tertib kegiatan oleh MC. Kemudian pada 13.11 WIB para peserta dihimbau untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Bela Negara dengan hikmat.

Inti acara, yakni pemaparan materi oleh narasumber dimulai pukul 13.36 WIB oleh narasumber Donna Herliana yang memaparkan materinya dengan sangat baik dan menarik. Beliau memulai pemaparannya dengan berbagi cerita tentang pengalamannya membuka usaha. Beliau menjelaskan bahwa saat ini beliau sedang menjalankan bisnis yang bernama DagangDaging. Beliau menceritakan bahwa sebelum menjalankan usaha DagangDaging beliau pernah membuka usaha di bidang fashion. Akan tetapi, usaha tersebut tidak berjalan dengan baik dan beliau memutuskan untuk menutup usaha tersebut dan membuka usaha DagangDaging yang masih beroperasi hingga saat ini. Dari cerita tersebut beliau memberikan pelajaran yang berharga bahwa dalam membangun perusahaan akan selalu ada kegagalan yang terjadi dan setiap orang yang ingin sukses dalam usahanya harus mampu bertahan dan tidak menyerah hingga usahanya bisa sukses. Kemudian beliau menjelaskan materi terkait keuangan, mulai dari cara pengakumulasian hingga pencatatannya.

Sesi tanya jawab menjadi sesi yang ditunggu-tunggu para peserta yang telah menyaksikan pemaparan. Tepat sekitar pukul 14.46 WIB Master of Ceremony Kukuh membuka sesi tanya jawab dan disambut antusias oleh para peserta dengan lontaran pertanyaan-pertanyaan yang telah mereka siapkan sehabis mendengarkan pemaparan dengan hikmat. Salah satu pertanyaan terlontarkan oleh peserta bernama Slamet Winarto sebagai berikut: “Izin bertanya Tadi kak Donna Herliana kan sempat mengatakan kalo kak Donna sendiri kan sempat pindah usaha ya dari yang dulunya fashion pindah ke makanan. Karena bisnis fashion itu tidak sesuai harapan. Nah pertanyaan saya, apa sih yang jadi dasar keyakinan kakak untuk pindah ke bisnis lain. Dan apa yang menjadi motivasi kakak untuk bisa membangun bisnis lain sampai sukses seperti ini?” yang kemudian langsung dijawab oleh narasumber Donna Herliana bahwa dalam berbisnis para pengusaha harus mampu membaca kebutuhan pasar. Beliau menyampaikan bahwa saat membuka bisnis fashion, bisnis tersebut tidak mendapat respon yang cukup baik terhadap permintaan pasar. Beliau menjelaskan bahwa ketika bisnis fashionnya masih beroperasi banyaknya pembeli tidak memuaskan sehingga ia memutuskan untuk menutup usaha tersebut. Kemudian saat pandemi terjadi di Indonesia, beliau melihat peluang usaha dalam bisnis makanan sehingga ia memutuskan untuk kembali memulai usaha baru, yaitu DagangDaging.

Share :